Teologi al-Ashr dan Etos Perjuangan Muhammadiyah
Nama : Adli
Dzil Ikram
NIM :
202310280211003
Prodi :
Magister Manajemen
Teologi al-Ashr
dan Etos Perjuangan Muhammadiyah
Muhammadiyah adalah
organisasi agama Islam yang berprinsip teguh pada amar ma’ruf nahi munkar. Muhammadiyah
dalam perkembangan agama Islam di Indonesia sebagai gerakan berkemajuan bidang
sosial keagamaan. Muhammadiyah berperan penting dalam kehidupan keagamaan
Indonesia sejak awal berdirnya Muhammadiyah di Indonesia. Muhammadiyah dalam
bidang sosial kemasyarakatan melihat sifat manusia yang selalu berubah setiap
waktu.
A. Pengertian al-Ashr
Al-Ashr adalah surah
Al-Quran yang menjelaskan tentang hubungan manusia dan waktu. Surah Al-Ashr
dalam aspek kegiatan manusia yaitu waktu tidak dapat dielakkan dan waktu
merupakan unsur penting dalam manusia. Ada salah satu surah dari surah Al-Ashr
yaitu surah Al-Ma’un sebagai teologi Muhammadiyah dalam menyejahterakan umat
manusia, bukan berarti teologi surah lain di Al-Quran keluar dari pemikiran
Muhammadiyah, salah satunya surah Al-Ashr.
B.
Teologi al-Ashr
Teologi Al-Ashr sudah
diajarkan oleh K.H. Ahmad Dahlan sebelum mengajarkan teologi Al-Ma’un. Walaupun
surah Al-Ashr termasuk surah yang pendek yang berisi tiga ayat, tapi pemahaman
surah Al-Ashr mengajarkan pelajaran yang penting dipahami berkaitan dengan
konsep waktu, orang beriman dan soleh, dan nasehan kebenaran dan kesabaran.
Teologi Al-Ashr berkaitan
dengan hubungan kepada Allah SWT mengajarkan bagaimana menjadi umat manusia
yang sesuai dengan akidah Islam secara mendalam atau menyeluruh. K.H. Ahmad
Dahlan memberitahukan kalau Al-Ashr terlebih dahulu dibandingkan dengan surah
Al-Ma’un. Fokus gerakan Muhammadiyah dari dulu sampe sekarang identik dengan
surah Al-Ashr sebagai spirit dan etos kerja. Dalam surah Al-Ashr isi ayatnya
menggunakan bentuk jamak dalam meningkatkan kualitas hidup umat manusia.
Teologi Al-Ashr tidak
mendorong sistem alternatif melainkan untuk menghilangkan persoalan dan
ketidakadilan yang dihadapi oleh umat manusia. Teologi Al-Ashr mengajarkan iman
dan amal sholeh yang merupakan satu kesatuan dari keislaman tapi iman dan amal
sholeh berbeda dimensi dan konstruksinya.
C.
Spirit dan Etos
Etos merupakan nilai –
nilai yang membentuk kepribadian manusia
dalam kehidupannya. Dalam diri Muhammadiyah terdapat sesuatu yang istimewa yang
disebut etos. Etos dalam Muhammadiyah memberikan keteladanan dan kepimimpinan kepada
manusia. Dari konsep teologi Al-Ashr dengan etos Muhammadiyah perlu melihat
dari pandang Islam dan bidang sosial yang dijelaskan secara rinci. Ada lima
jenis etos Muhammadiyah yang dibangkitkan menjadi spirit Muhammadiyah yaitu :
1.
Etos pergerakan.
2.
Etos Ilmu.
3.
Etos Amaliyah.
4.
Etos perubahan.
5.
Etos kemajuan.
Untuk mewujudkan etos
Muhammadiyah sebagai gerakan berkemajuan perlu mengisi waktu dengan perbanyak
amal sholeh sebaik mungkin. Seorang muslim perlu memanfaatkan waktu dengan baik
untuk meningkatkan spiritual, intelektual, dan emosional untuk memahami Islam
dengan bantuan ayat-ayat suci Al-Quran. Etos Muhammadiyah dalam bidang sosial berperan
dalam pendidikan. Sistem pendidikan berperan dalam membudayakan nilai-nilai
Islam untuk membentuk karakter manusia lebih baik lagi. Etos Muhammadiyah dalam
gerakan Islam berkemajuan yaitu :
1.
Berlandaskan pada tujuan hidup.
2.
Tidak sombong.
3.
Tidak taqlid.
4.
Mengoptimalkan akal.
5.
Berani untuk kebenaran.
6.
Berkorban untuk orang banyak.
7.
Adanya kombinasi pengetahuan ilmu amaliyah.
#IslamItuIndah#TeologiAl-Ashr#EtosPerjuanganMuhammadiyah#Muhammadiyah#Al-IslamdanKemuhammdiyahan#AIK#UMM#UniversitasMuhammadiyahMalang#MagisterManajemen

Komentar
Posting Komentar